Kamis, 14 April 2011

Jasa

Jasa

Kewirausahaan bukan hanya menjual berbagai macam jenis barang, tapi bias juga melalui jasa. Salah satunya adalah mengajar. Mengajar juga membutuhkan kesiapan dan kepercaya dirian yang cukup. Saya merasakan mengajar anak sekolah dasar kelas 5 di tempat saya. Awalnya sempat tidak percaya diri, tapi semakin lama semakin terbiasa. Ada kesan puas dan menyenangkan bisa berbagi ilmu ke orang lain. Ini juga bukan masalah upah pembayaran melainkan pengalaman yang berharga, menurut saya.

Sebelumnya, saya juga pernah mengajar anak-anak di sekitar tempat saya tinggal dengan inisiatif saya sendiri untuk melatih bagaimana cara yang baik dalam mengajar. Lumayan banyak yang antusias untuk belajar bahasa inggris, karena saya mengambil jurusan bahasa inggris. Namun, karena tugas-tugas dan waktu yang tidak memadai, pengajaran berhenti. Walaupun seperti itu, saya masih mempunyai keinginan yang kuat untuk mengajar. 


Coklat

Coklat

Minggu pertama tugas kewirausahaan, saya menoba berjualan coklat. Coklat beraneka bentuk dan bewarna-warni. Coklat yang saya jual adalah buatan rumah. Saya diperkenalkan kepada teman ibu saya untuk mengetahui bagaimana cara membuat coklat-coklat tersebut. Bahan coklat asli dicampur dengan susu, dilelehkan, dan dicetak di berbagai ctakan unik dan menarik.
Dalam penjualan ini, saya dibantu oleh teman sekelas saya yaitu, Gustya Damayanti. Gustya menjual coklat-coklat tersebut di sekitar rumahnya. Sedangkan saya, menjualnya di kampus. Hasil keuntungannya, kami bagi untuk berdua.

Rincian :

Pegambilan coklat : @Rp. 2.500
-   
Rabu, 2 Maret 2011                     : 12 pcs
-         Sabtu, 12 Maret 2011                  : 30 pcs
-         Rabu, 16 Maret 2011                   : 30 pcs
-         Jumat, 25 Maret 2011                 : 13 pcs
-         Selasa, 29 Maret 2011                 : 20 pcs
-         Selasa, 12 April 2011                  : 20 pcs

Harga jual : @Rp. 3.000

Keuntungan : @Rp. 500




Permen Biskuit Coklat

Permen Biskuit Coklat
       
Penjualan yang ini saya memberikan modal sendiri. Walaupun tidak banyak modal yang dikeluarkan, tapi hasil keuntungannya cukup lumayan. Karena bentuknya yang bundar mungil, membuat menarik teman-teman saya. Dan dengan harga yang sangat murah pula.

Modal
1 pcs            permen biskuit coklat        Rp. 7.800
1 pack          plastik                             Rp. 1.000

Menghasilkan :
20 bungkus x @Rp. 500 = Rp. 10.000

Laba :
Hasil penjualan – Modal = Keuntungan
Rp. 10.000 – Rp. 8.800 = Rp. 1.200


Cheesse Stick

Cheesse Stick

Untuk penjualan kali ini, saya dan ibu saya membuat cheesse stick dan keripik bawang dengan modal bersama. Setiap hari saya menjualnya di kampus. Setiap pagi saya dan ibu saya kpergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan apa saja yang kami butuhkan untuk membuat cheese stick. Namun, karena tidak punya waktu luang untuk membuatnya di siang hari, maka kami membuatnya pada malam hari.

Modal

Bahan-bahan dan harga :

150gr           keju                        Rp. 9.000
1250gr         tepung terigu           Rp. 8.500
250gr           sagu                       Rp. 1.500
150gr           mentega                 Rp. 2.300
250gr           telur                       Rp. 4.000
7 sachet        penyedap                Rp. 2.000
1 liter           minyak goreng         Rp. 11.000
1 pack          plastik                     Rp. 6.000

Jumlah keseluruhan modal : Rp. 44.300

Menghasilkan :
50 bungkus x @Rp. 1000 = Rp. 50.000 

Laba :
Hasil penjualan – Modal = Keuntungan
Rp. 50.000 – Rp. 44.300 = Rp. 5.700


Aneka Snack

Aneka Snack

Saya mempunyai ide baru lagi. Dari hasil penjualan yang lalu, saya menggunakannya untuk modal membeli aneka snack ringan. Saya mendatangi tempat, bisa dibilang gudang makanan ringan, tidak jauh dari tempat saya tinggal. Disana banyak macam jenis makanan, dari yang manis hingga yang pedas pun ada lengkap disana. Macam-macam  keripik manis dan pedas, kacang-kacangan, dan masih banyak lagi. Saya hanya membeli beberapa jenis saja dan sudah dalam bentuk kemasan.

Modal

1 bungkus aneka snack      Rp. 2.500

Pembelian :
15 bungkus x @Rp. 2.500 = Rp. 37.500

Penjualan :
!5 bungkus x @Rp. 3.000 = Rp. 45.000

Laba :
Hasil penjualan – Modal = Keuntungan
Rp. 45.000 – Rp. 37.500 = Rp. 7.500




Jelly

Jelly

Minggu berikutnya, saya mempunyai ide untuk menjual jelly. Berbagai macam rasa saya buat. Peminat jelly lumayan banyak. Mungkin karena untuk menyegarkan ataupun untuk hidangan penutup. Tidak sedikit pula yang memesan rasa jelly yang diinginkan. Namun, kebanyakan menyukai rasa coklat. Tak perlu ditanya, coklat memang adalah rasa kegemaran banyak orang. Sayapun menyukainya.
Setiap dua hari sekali ataupun setiap hari jika ada yang memesan, saya membawa tiga jenis rasa jelly. Coklat itu sudah pasti, dan dua rasa buah yang berbeda. Saya sangat senang, karena saya melakukannya dengan modal dan jerih payah sendiri. Dan juga saya bisa menikmati keuntungan yang didapat walau tak seberapa.

Modal

Bahan-bahan dan harga :                                   
1 sachet                 jelly coklat              Rp. 4.500
250 gr                   gula pasir                Rp. 3.000
Menghasilkan : 6 cups x @Rp. 3.000

1 sachet                 jelly buah                Rp. 3.900
250 gr                   gula pasir                Rp. 3.000
Menghasilkan : 6 cups x @Rp. 2.500

12 cups        gelas                      Rp. 6.000
1 pack          sendok plastic         Rp. 2.000
Jumlah modal seluruhnya : Rp. 22.400

Penjualan :
Jelly coklat    6 cups x @Rp. 3.000 = Rp. 18.000
Jelly buah     6 cups x @Rp. 2.500 = Rp. 15.000 +
                                                     Rp. 33.000
Laba :
Hasil penjualan – modal = keuntungan
Rp. 33.000 – Rp. 22.400 = Rp. 10.600



Senin, 03 Januari 2011

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Individu berasal dari kata latin individuum artinya yang tak terbagi . Jadi, individu merupakan suatu sebutan yang dapat dipaki untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Menurut pendapat Dr. A. Lysen, Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi,melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
Dalam ilmu social, paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu juga menekankan penyelidikan kepada kenyataan – kenyataan hidup yang istimewa yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Keluarga adalah unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini, dalam hubungannya dengan perkembangan individu, sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut :
1.Pembentukan kepribadian; dalam lingkungan keluarga, para orang tua meletakkan dasar-dasar kepribadian kepada anak-anaknya, dengan tujuan untuk memproduksikan serta melestarikan kepribadian mereka dengan keturunannya.
2.Keluarga berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian yang berakar etika, estetika, moral keagamaan, dan kebudayaan yang berkrelasi fungsional dengan sebuah struktur masyarakat tertentu.
3.Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat, karena menempati posisi kunci. Keluarga adalah sebagai jenjang dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan.
4.Keluarga berfungsi sebagai lembaga perkumpulan perekonomian.
5.Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan.
Individu sebagai makhluk social berarti individu yang sedang mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat. Di sini kita dapat menghubungkan sikap tingkah laku dan perbuatannya dengan individu-individu lainnya. Sehingga terbentuklah suatu kelompok yang besar, dan apabila kelompok-kelompok itu berjalan kontras, maka itulah yang disebut masyarakat.

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Penduduk merupakan perkumpulan manusia dalam suatu wilayah tertentu. Indonesia merupakan Negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa. Penduduk Indonesia bermacam-macam kebudayan, suku dan religi. Dari penduduk inilah terbentuk masyarakat. Masyarakat sendiri memiliki pengertian yang sedikit berbeda dengan penduduk.  Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah system semi tertutup ( atau semi terbuka) dimana sebagian berinteraksi antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Masyarakat itu sebuah komunitas yang saling interpenden (saling tergantung satu sama lain). Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, “sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan serta sistem/ aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan”.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa “segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri”.  Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkatpengetahuan dan meliputi system ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari , kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya perilaku, bahasa, organisasi social, religi, seni dan lain-lain ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan hidup bermasyarakat.
Budaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia.  Kita harus mempelajari budaya agar ketika kita berada disuatu tempat atau berkomunikasi dengan orang yang berbeda budaya, kita dapat menyesuaikan perbedaan-perbedaan budaya tersebut.

Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Senin, 20 Desember 2010

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

A. Pengertian

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang yang akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok social. Hal tersebut mengakibatkan terbentuknya suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan pada ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Maka, dengan sendirinya masyarakat meripakan kesatuan yang dalam pembentukannya mempunyai gejala yang sama.
Tidak dapat dibayangkan jika masyarakat tanpa individu, ataupun sebaliknya jika individu tanpa adanya masyarakat.
Individu dan masyarakat adalah suatu ikatan komplementer, hal tersebut dapat kita ketahui dari kenyataan, bahwa :
a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya,
b. individu mempengaruhi masyrakat dan bahkan bisa menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.

Pelapisan Sosial biasa disebut juga dengan Social Stratification. Istilah Strtifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya, dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.

Terdapat 2 definisi tentang pelapisan masyarakat, antara lain :
• Pitirim A. Sorokin
“Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).”
• Theodorson dkk dalam Dictionary of Siciology
“Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relative permanent yang terdapat di dalam system social (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam hal pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan.
Masyarakat berstratifikasi sering dilukiskan sebagai sebuah kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh system social masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh system kebudayaan itu sendiri.
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun di mana belum mengenai tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Terwujud dalam bentuk sebagai berikut :
1) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban.
2) Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
3) Adanya pemimpin yang saling berpengaruh.
4) Adanya orang-orang yang dokecilkan dinluar kasta dan orang-orang yang di luar perlindungan hokum (cutlaw men).
5) Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.
6) Adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

1. Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyrakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya, pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.
Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada sesuatu strata atau pelapisan adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka, tanah, seseorang yang memiliki bakat seni atau sakti.
2. Terjadi dengan disengaja
System pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam system pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka di dalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertical maupun secara horizontal.
Contoh pelapisan yang dibentuk dengan sengaja adalah dalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi, dan lain-lain. Semua contoh-contoh tersebut termasuk ke dakam organisasi formal. Dan dalam system organisasi mengandung 2 sistem :
- system fungsional
- system skalar
Kelemahan dalam system organisasi antara lain :
Pertama : karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.

D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Di dalam system ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Di dalam system yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran.
Masyarakat pelapisan tertutup dapat kita temui di Negara India dan masyarakat pelapisan tertutup dapat dibagi menjadi lima macam, diantaranya :
- Kasta Brahmana : terdiri dari golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta yang tertinggi
- Kasta Ksatria : terdiri dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
- Kasta Waisya : terdiri dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.
- Kasta Sudra : terdiri dari golongan rakyat jelata.
- Paria : terdiri dari mereka yang tidak mempunyai kasta (gelandangan, peminta, dan sebagainya).
Sistem stratifikasi social yang tertutup biasanya juga kita temui di dalam masyarakat feudal atau masyarakat yang berdasarkan realisme.
2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Sistem pelapisan seperti ini dapat kita temui di dalam masyarakat di Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan dila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankanNYA. Sistem pelapisan mayarakat terbuka sangat menguntungkan. Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersaing dengan yang lain.

E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL

Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
• Kelas atas (upper class)
• Kelas bawah (lower class)
• Kelas menengah (middle class)
• Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :

1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3) Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4) Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5) Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan social sebagai berikut :
1) Ukuran kekayaan : barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, termasuk kedalam lapisan sosial teratas. Seperti bentuk rumah, mobil pribadi dsb.
2) Ukuran kekuasaan : barang siapa yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
3) Ukuran kehormatan : orang yang paling disegani dan dihormati menduduki lapisan sosial teratas. Misalnya golongan tua atau orang yang berjasa kepada masyarakat.
4) Ukuran ilmu pengetahuan : seperti gelar kesarjanaan.
Ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

Kesamaan Derajat Warga Negara

Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1. Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran
Kesamaan derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik artinya orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah negara
Dengan pasal – pasal dan pengertian di atas, sudah jelas bahwa kita harus saling bertoleransi terhadap orang lain khususnya warga Indonesia. Tidak ada pandangan si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, semua di mata perundangan Indonesia adalah sama.
Apa sih keuntungan nya bertoleransi ? pastinya kita akan saling menghargai satu sama lain, menghargai hak dan kewajiban masing” ,, dengan begitu kehidapan damai pun akan tercipta diantara kita.
Walaupun yang namaanya pelapisan sosial itu tidak dapat dihindari, kita tetap harus bersifat dewasa dan komitmen dengan adanya kesamaan derajat di antara kita.

Kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan social sebagai berikut :
1) Ukuran kekayaan : barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, termasuk kedalam lapisan sosial teratas. Seperti bentuk rumah, mobil pribadi dsb.
2) Ukuran kekuasaan : barang siapa yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
3) Ukuran kehormatan : orang yang paling disegani dan dihormati menduduki lapisan sosial teratas. Misalnya golongan tua atau orang yang berjasa kepada masyarakat.
4) Ukuran ilmu pengetahuan : seperti gelar kesarjanaan.
Ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.