Senin, 10 Juni 2013

Heartbreak

Heartbreak
I'm never scared of being hurt,
neither my body nor my soul.
u can come n go,
but somehow it won't leave anything,
not a pain nor bliss,
not even a single memory.
The only heart I had had burned.
Only left an empty n hurted body,
without even a soul to cry it out.
Everyday everynow I pretend I'm ok,
without knowing that loving is what I'm trying to do..

Untitled

di setiap pagi
ketika ku membuka mata, mentari selalu menerangi ..
menyapa hangat setiap sudut pandangku ..
kulangkahkan kaki penuh harapan, kubentangkan tangan memeluk mentari ..
senyumku tak pernah berhenti, menanti setiap tujuan dalam hidupku ..
akan kurangkai mimpi malamku, menjadi hal yg nyata dalam siangku ..
kan kuwarnai hari dengan ceria & kututup hari dengan kebahagiaan ..

CINTA dan TAKDIR

Hey.. Kau yang dsana, apakah kau tau?
Setiap malam bintang bersinar.
Dan aku berjalan bersamanya dibawah langit ini.
Di keajaiban malam.
Apakah kau lihat, apa yg ku lihat?

Hei.. Sayang
Tak' akan ada yg menghilang.
Janji, cinta, lalu takdir.
Walaupun tanpa sayap.
Mimpi akan jadi kenyataan.

Hei.. Sayang
Cinta seperti serbuk salju yang terlalu mudah hancur.
Serbuk salju seperti cinta yang lembut.
Cinta yang lembut terlihat indah.
Indah seperti dirimu..

Hei.. Sayang
Mungkn waktu tidak bisa kembali lagi.
Tapi entah mengapa aku menyukai takdir ini.
Dunia ini adalah rahasia.
Semua'a adalah takdir.
Tapi yakinlah..
Kita b'dua akan bersama slamanya.

Politik

Hai para pencemburu, para pemburu dan kamu si pendengkur.Ini rasa sakit hatiku, kerjamu yang hanya berisi kemalasan dan keegoisan terlalu tragis. Mendadak aku menangis, tapi tangisku tak dapat menandingi kekayaanmu, kesejahteraanmu dan seluruh pikiran kotormu. Setiap integritas yang kau perlihatkan, hanyalah sebuah teatrikal, dari aksimu, sebagai penari ronggeng, jika asamu dan ragamu begitu suci, iukan menurutmu. Aku hafal dengan semua caramu, caramu berteriak, memaki dan dengan gagah kau menelanjangi orang lain. Ini bukan gurauan, aku hancur. Selalu dipenuhi lirih dan lara. Ini negaraku, dan aku ingin maju. Sayang, hanya dapat kuraih dengan berpolitik.

Jumat, 17 Mei 2013

Cerbung 1

Cahaya matahari yang membias masuk ke dalam kamar melalui celah-celah ventilasi, membuat Hanna terbangun dari tidurnya. Tak ada yang istimewa dalam kepribadian Hanna yang membedakan dirinya dengan anak-anak lain pada usia 14 tahun. Tinggal bersama ayah dan dua orang kakak di rumah yang cukup mewah dan tak ada kekurangan apapun. Hanya satu hal yang tidak dimiliki Hanna sejak lahir yaitu, kasih sayang seorang ibu. Namun, hal itu tidak membebani pikirannya. Sampai suatu saat Hanna mengetahui semua rahasia yang tersimpan dari kehidupannya selama ini.

Hanna tidak sengaja menjatuhkan tumpukan video yang tersusun rapi diatas meja kerja ayahnya. Hanna berusaha merapikan kaset-kaset tersebut. Pandangan Hanna teralih karna melihat judul disalah satu kaset yang bertuliskan “Memories”. Dari sekian banyak kaset yang ada, hanya kaset itu yang diberi judul rapi dengan tulisan tangan. Rasa penasaran yang membuat Hanna lupa akan merapikan kaset-kaset itu sebelum ayahnya tiba di rumah.

Sebuah ruangan kerja yang berisi begitu banyak buku, kaset video, dan dokumen penting. Mungkin bias disebut perpustakaan pribadi dibanding ruang kerja karena, begitu luasnya ruangan itu. Hanna sudah sering keruangan ituselagi ayahnya tidak dirumah.hanna memasukan kaset video kedalam video player dan memutarnya. Menempati sofa tunggal di depan layar televisi yang telah dihubungkan dengan video player yang akan memutar isi dari video tersebut.

Judul “Memories” muncul diawal rekaman itu. Seorang pria tampan memberikan seikat bunga mawar kepada wanita cantik yang mengenakan gaun putih yang membuatnya tambah terlihat cantik dengan sentuhan mawar merah yang diberikan pria tadi. Hanna tahu pria yang ada dalam video itu adalah ayahnya. Lalu, Hanna meneteskan air mata karena, pertama kalinya selama 14 tahun, yang ia yakin bahwa wanita tersebut adalah ibunya.

Selama 14 tahun lamanya, Hanna tidak pernah merasakan sentuhan hangat dari seorang ibu. Begitu pula ayahnya yang melarang kedua kakaknya untuk memberi tahu Hanna tentang ibunya sendiri. Bahkan Hanna tidak diperlihatkan foto ibunya kepadanya. Hanna tidak tahu dimana foto-foto ibunya diletakan dan kenapa foto-foto itu disimpan. Tidak ada satupun foto ibunya yang terpasang di dinding ataupun terpajang di photo frame.

Sebelum Hanna selesai melihat seluruh isi video, ayahnya kembali dari rapat penting yang telah ia hadiri. Ayahnya adalah seorang pekerja keras, tegas, dan tepat waktu. Melihat Hanna ada di ruang pribadi miliknya, ia pun menyuruh Hanna keluar dengan paksa.
“ Apa yang lakukan di ruanganku? ’’ bentak ayahnya.
“ A.. Aku… ’’ gagap Hanna.
“ Jangan pernah masuk ke ruangan itu tanpa seizinku! Bagaimana kalau buku-buku hilang atau dokumen-dokumen pentingnya juga hilang? Lalu, apa yang sudah kau lakukan dengan kaset video tadi? ’’
“ Ibu... ’’ Hanna mengatakan dengan jelas.
“ Apa, apa yang kau katakan? ”
“ Kenapa ayah tidak pernah memperlihatkan video itu padaku? ”
“ Memangnya harus kuperlihatkan padamu? ”
“ Tapi kenapa? ”
“ Tidak panting kau bertanya kenapa. Aku sudah berikan keleluasaan untukmu tinggal disini dan kau merasa tercukupi, bukan? Aku tidak suka orang lain masuk ke ruanganku tanpa izin dariku! ”
“ Aku bukan orang lain, melainkan anak kandung ayah sendiri. ”
“ Ya, memang. Kakak-kakakmu Joe maupun Evan tidak berani masuk tanpa izin dariku! ”
“ Kenapa ayah bersikap seperti ini padaku? Selama 14 tahun, aku tidak pernah tahu tentang ibu kandungku sendiri. Setiap kali aku bertanya pada Joe ataupun Evan tapi, mereka tidak pernah mau menceritakannya. ” isak Hanna.
“ Tidak perlu kau meneteskan air mata dihadapanku. Joe dan Evan, memang aku yang menyuruh mereka untuk tidak menceritakan apapun kepadamu! ”
“ Tapi kenapa? Kenapa aku tidak boleh mengenal ibuku? ”
“ Kau ingin tahu, kenapa tidak menceritakan semua hal tentang istriku kepadamu? Dan juga kenapa aku bersikap seperti ini kepadamu? Ini semua karena kau! ”
“ Karena aku? ” heran Hanna.
“ Ya, karena kau! Wanita yang paling kucintai meninggal. Dia meninggal setelah melahirkanmu! Kau yang menyebabkan istriku meninggal. Paham kau sekarang kenapa aku bersikap ini kepadamu? ”
Hanna hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya dan air matanya tetap mengalir di pipinya.
***
Hanna menangis sepanjang malam, tiada hentinya. Memikirkan perkataan ayahnya yang membuat rasa bersalah pada dirinya semakin besar.
“ Aku yang menyebabkan ibu meninggal. Karena itu sikap ayah berbeda kepadaku. Semua karena aku. Apa yang harus aku lakukan? ” pikir Hanna terus-menerus.
Keesokan paginya, semua hadir sewaktu sarapan. Kecuali Hanna yang masih berada di kamarnya. Kedua kakak Hanna tidak mengetahui kejadian kemarin. Siang harinya, Hanna turun dari kamarnya menuju ruang keluarga. Evan belum pergi kuliah saat itu.
“ Tidak biasanya kau bangun siang. Ada apa? ” Tanya Evan.
“ Tidak ada apa-apa. ” jawab Hanna singkat.
“ Lalu, kenapa matamu sembab seperti sehabis menangis? ”
“ Oh, ini. ” sambil mengusap-usap matanya. “ Aku hanya tidak bisa tidur semalam. ”
“ Kalau begitu, lebih baik kau makan terlebih dahulu. Pagi tadi kau tidak ikut sarapan. ” Evan menyarankan. “ Mau kubuatkan sesuatu? ”
“ Ya. ” jawab Hanna dengan senyum dan anggukan kecil.
Evan sangat pandai memasak tapi, akhir-akhir ini Hanna jarang menikmati makanan yang dibuat kakaknya karena kesibukan Evan membuat skripsi dan mengikuti ujian praktek. Evan memilih mengambil pendidikan sebagai dokter dibanding meneruskan bisnis yang diberikan oleh ayahnya. “ Otakku tidak bisa digunakan untuk persoalan bisnis. “ pikir Evan. Ada benarnya juga, dari pada saling berebut untuk mandapatkan sebuah tender lebih baik menolong orang banyak. Lebih bermanfaat.
“ Pasta kesukaanmu. ” Evan memberikan piring yang berisi pasta dengan taburan keju diatasnya kepada Hanna yang sudah menunggu di meja makan.
“ Terima kasih. ”
“ Kau ada masalah? ” tanya Evan yang masih penasaran dengan sikap tidak biasa adiknya.
“ Ah, apa? Tidak ada. ”
“ Aku rasa ada yang aneh denganmu. ”
“ Tidak ada apa-apa, Kak. Pasta buatan kakak tiada duanya. Enak. ” Hanna mengalihkan pertanyaan Evan dengan mengomentari rasa Pastanya.
“ Kau tidak meminjam buku dari ruangan ayah lagi hari ini? ”
“ Oh, mungkin nanti. Memang kenapa? ’’
“ Biasanya setiap pagi setelah ayah pergi, kau langsung ke ruangan ayah. ”
“ Buku yang kemarin belum kubaca seluruhnya. Jadi, aku mau baca buku itu sampai selesai. Lalu, aku akan ke ruangan ayah untuk pinjam buku yang lain. ”
“ Ada yang kau sembunyikan dariku, Hanna? ”
Hanna tidak menjawab dan tetap melanjutkan memakan makanannya.
“ Hanna, jawab aku! Aku bukan baru mengenalmu hari ini. Aku tahu semua sifatmu, dan hari ini kau begitu berbeda dari biasanya. Ada apa sebenarnya? Bicara jujur padaku! ”
Hanna masih tetap diam. Tanpa mengucapkan satu katapun.
“ Hanna! ” tegas Evan.
Joe yang baru pulang dari latihan basket rutinnya, langsung menghampiri mereka berdua ke ruang makan.
“ Ada apa ini? ” tanya Joe heran.
“ Tidak ada apa-apa. ” jawab Hanna.
“ Jangan berbohong! Aku juga sudah merasa kalau ada sesuatu yang terjadi yang tidak aku dan Evan ketahui. ” duga Joe.
“ Sudah aku bilang, tidak ada apa-apa. Jika, aku punya masalah pasti aku cerita pada kalian, kan? ”
Semua terdiam sejenak. Tiba-tiba…
“ Apa, apa semua karena aku? ”
Evan dan Joe saling pandang. Lalu, menatap Hanna kembali. Menunggu kata selanjutnya yang keluar dari mulutnya.
“ Ayah menyuruh kalian untuk tidak memberitahukan kepadaku tentang ibu. Benar begitu, kan? ”
“Evan dan aku… Eh, apa? Bagaimana kau bisa tau? ’’
“ Jadi semua itu benar. Aku yang menyebabkan ibu meninggal. Ibu meninggal karena melahirkanku, kan? Bisa dibilang, aku yang membunuh ibu kandungku sendiri! ”
“ Hanna, jaga bicaramu! ” bentak Evan.
“ Jadi, kau sudah tau semua? ”
“ Ayah yang memberitahumu? ”
Hanna tidak merespon apapun.
“ Aku akan menelepon ayah. ” usul Joe.
“ Jangan! ” Evan melarang.
“ Kenapa? ”
“ Biar ayah yang memutuskan. ”
***
Tiga hari sudah berlalu. Tak ada satupun yang mengungkit masalah itu. Hanna sudah tidak pernah masuk ke ruangan ayahnya semenjak kejadian yang membuat dirinya terus merasa bersalah. Menghabiskan waktunya dengan cara mendengarkan musik apapun yang terdengar bagus untuk didengar. Jika tidak

Kapan ku boleh pulang? (puisi)

Kapan ku boleh pulang? 

Hanya diam menanti 
terbaring tak berdaya 
menungu sesuatu 
yang tak kunjung datang 

hanya melihat, 
mendengar, 
detik jarum jam di dinding 
berputar mengeliling 

tanpa ku sadar 
semua yang ku miliki 
tak bergerak, 
tak berfungsi 

waktu terbuang 
begitu saja, 
tak ada cerita, 
tak ada berguna 

ku sesali diri 
hanya sisa nafas 
yang belum terhenti 
yang masih ku miliki 

menderita, 
tak bisa berbuat apa-apa 
hanya tangis air mata 
menggenangi penyesalan 

kapan ku boleh pulang? 
Dengan sisa tenaga 
ku membuka hati 
menanti ajal menjemput 

by Dina

Dunia Kehidupan (puisi)

Dunia Kehidupan 

Tesenyum, 
tertawa, 
tergelitik, 
terbahak 

mendengar kisah lucu 
menghibur diri 
mengusir sedih 
menjalin kasih 

indahnya dunia 
membawa hal baik dalam hidup 
indahnya dunia 
menjadi hiasan dalam hidup 

rasa cinta 
rasa bahagia 
saling berdampingan 
saling bergandengan 

buang resah 
buang duka 
hadapi dengan cerah 
lalui dengan gembira 

by Dina

Minggu, 28 April 2013

Penerjemahan Teks Khusus (softskill1) 1.4


Akte ini


            Ditandatangani sebagai catatan dandilaksanakan di Jakarta pada hari dan tanggal yang disebutkan pada Pembukaan keputusan ini di hadapan Ny Liliana ArifSH Asisten kepada Notaris Publikdan Tuan Mudjahiddin LatiefpegawaiNotaris,  yang keduanya bertempat tinggal di Jakartasebagai saksi.
            Setelah dibacakan oleh sayaNotaris Publik,kepada  appearers dan saksi dan sayaNotaris Publik.

            Disusun dengan tujuh perubahan, yaitu tiga penghapusan, dua penambahan, dan dua penghapusan dengan penggantian.
                                                                                    DUAMAN MARDIN PANJAITAN;
                                                                                    LILIANA ARIF, SH.
                                                                                    MUDJAHIDDIN LATIEF;
                                                                                    ARIKANTI NATAKUSUMA, SH.
                                                                                    Diterbitkan salinan yang sebenarnya.
                                                                                                Notaris di Jakarta,


                                                                                    ARIKANTI NATAKUSUMA, SH.

                                               
                                                                                                __________________
            Keputusan  ini termasuk dalam KeputusanMenteri Kehakiman Republik Indonesia , tanggal 8April , 1985 C2-1855-HT.01.04.TH '85.
                                                                                                Diakui oleh:
                                                            Direktur Jenderal Hukum dan Perundang-undangan;

                                                                                                      p.p
                                                                                    Direktur Urusan Sipil.

                                                                       WURJATI MARTOSEWOJO, SH
                                                                        Civil Service Reg. No. (NIP). 040022031


                                    ­­__________________________
                Pada hari ini sabtu, tanggal 20 April 1985, akte ini telah didaftarkan dalam buku register untuk maksud itu yang berada di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan Nomor  372/1985.


                                                                                                Kepala Petugas,
                                                                                    SOEGIANTO ADIPERMANA, SH.
                                                                                Civil Service Reg. No. (NIP). 040004287

Upah tulis
Registrasi                    Rp. 1,000.-
Biaya Administrasi     Rp. 400.-
Total                            Rp. 1400.-      

                                    ____________________________



KOREKSI
nomor 43
            Hari ini, Senin, tanggal dua belas November seribu sembilan ratus delapan puluh empat (21-6-1984).
            Muncul di hadapan saya, Arikanti Natakusumah, BA dalam Hukum, Notaris publis di Jakarta, di hadapan para saksi yang namanya akan disebutkan dan saya kenal, Notaris Publis;
Tuan Bei Komarahadi Iskandar, Pegawai Notaris, bertempat tinggal di Jakarta. Menurutnya dalam hal ini bertindak berdasarkan kewenangan yang tercantum dalam akta pendirian Perusahaan Terbatas yang akan disebutkan di bawah ini, tanggal dua puluh dua bulan Mei seribu sembilan ratus delapan puluh (22-5-1980) Nomor 25, dan tanggal delapan belas September seribu sembilan ratus delapan puluh (18-9-1980), Nomor 30, keduanya dibuat di hadapan Linda herawati, BA dalam Hukum, Notaris di Publis di Jakarta dan tanggal dua puluh satu bulan Juni seribu sembilan ratus delapan puluh empat (21-6-1984), Nomor 174 ditandatangini sebelum Arikanti Natakusumah, BA dalam Hukum, Notaris Publis di Jakarta, selaku kuasa hukum dari Perseroan Terbatas PT Bormindo Nusantara, bertempat tinggal di Jakarta.

            Appearer diketahui kepada saya, Notaris.

Penerjemahan Teks Khusus (softskill1) 1.3

Sehubungan dengan perubahan modal tersebut, para utusan bertindak dalam kapasitas tersebut dengan menyatakan bahwa perlu untuk mengubah Pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar yang berbunyi sebagai berikut: 

"1. Modal dasar Perusahaan harusRp.1050.000.000 -(Satu miliarlima puluh juta rupiah), terbagi atas14.000 (empat belas ribu) saham,masing-masing bernilai Rp.75,000(tujuh puluh lima ribu rupiah).
"pengeluaran Modal Dasartersebut10.400 (sepuluh ribu empat ratus) saham atau sebesar Rp.780,000,000 - (tujuh ratus delapan puluh juta rupiahtelah dikeluarkan dandibayar oleh pendiriyaitu;


            Tuan Alwin Arifin, 3120 (tiga ribu seratus dua puluh) saham atau sebesar dua ratus tiga puluh empat juta rupiah);
                                                                                    Rp.234,000,000.-

            Tuan Firdaus Abdullah Siddik, 2600 (dua ribu enam ratus) saham atau sebesar (seratus sembilan puluh lima juta rupiah);
                                                                                    Rp.195,000,000.-

            Tuan Duaman Mardin Panjaitan, 1248 (seribu dua ratus empat puluh delapan) saham atau sebesar (sembilan puluh tiga juta enam ratus rupiah);
                                                                                    Rp.93,600,000.-

            Tuan Meoljono Seobandi, 1144 (seribu seratus empat puluh empat) saham atau sebesar ( delapan puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah);
                                                                                    Rp.85,800,000.-
            Tuan Laurens Noldy Adam, 1144 (seribu seratus empat puluh empat) saham atau sebesar ( delapan puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah);
                                                                                    Rp.85,800,000.-

Tuan Hendrik Tikoalu, 1144 (seribu seratus empat puluh empat) saham atau sebesar ( delapan puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah);
                                                                                    Rp.85,800,000.-


            Pengeluaran saham tersebut dikeluarkan dandibayar untuk25(dua puluh lima persen)atauRp.195,000,000 -(seratus sembilan puluh lima jutarupiahtelah disetor penuh secara tunai melaluiperbendaharaan kas perusahaan dan sisanya akan dilunasi secara tunai selambat-lambatnya tanggal dimana perubahan anggaran dasar ini disahkan oleh pihak yang berwenang.

            Akhirnya, utusaan bertindak dalam kapasitas tersebut memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Tuan Bei Komarajadi Iskandar, karyawan Notaris, bertempat tinggal di Jakarta, untuk mengajukan permohonan legalisasi dari anggaran dasar kepada undang-undang oleh pihak yang berwenang dan untuk menyatakan dan menarik anggaran dasar dalam akta resmi, jika legalisasi tergantung pada perubahan atau penambahan tersebut, dan, untuk tujuan tersebut, muncul di mana pun dibutuhkan, untuk memberikan informasi, untuk menyusun atau menyebabkan disusun dan untuk menandatangani semua perbuatan / dokumen yang dibutuhkan dan selanjutnya untuk melakukan semua tindakan yang dianggap tepat dan berguna untuk penyelesaian masalah tersebut.

            Berdasarkan semua yang telah disebutkan sebelumnya: